Riset membuktikan bahwa terdapat 2 jenis penuaan. Penuaan yang disebabkan oleh gen-gen yang diturunkan pada kita disebut penuaan intrinsik, yang merupakan proses penuaan alami dari dalam tubuh kita. Ada pula penuaan ekstrinsik (eksternal) yang disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan, seperti misalnya paparan sinar matahari dan gravitasi.

Penuaan intrinsik, dikenal juga sebagai proses penuaan alami, adalah proses yang berkelanjutan yang normalnya dimulai sejak usia pertengahan 20-an. Di bawah kulit, produksi kolagen melambat dan elastis, yatu bahan yang membarikan kemampuan elastis pada kulit, berkurang fungsinya. Sel kulit mati juga tidak terkikis secepat ketika masih muda, sehingga pergantian kulit pun memakan waktu lama. Stres psikis serta masalah hormonal juga termasuk terjadinya proses penuaan intristik.

Beberapa faktor ekstrinsik atau eksternal biasanya ’bekerja sama’ dengan proses penuaan normal, sehingga dapat menghasilkan penuaan prematur atau penuaan dini.

Puncak proses penuaan dini mulai terjadi pada rentang usia 30 tahun ke atas, dengan sejumlah ciri seperti:

1. Kulit Kering dan Kasar (Xerosis Cutis). Kondisi ini ditandai dengan kemerahan, sisik-sisik dan retak-retak, terjadi akibat kurangnya lemak kulit dan kandungan air serta menurunnya aktivitas kelenjar minyak dan keringat.

2. Kulit Berkerut dan Longgar ( Wrinkle & Laxity). Kulit tampak kaku, tidak lentur dan tidak elastis. Ini terjadi akibat perubahan dan berkurangnya serabut kolagen serta serabut elastis yang menjaga kelenturan kulit.

3. Kulit Kusam dan Terdapat Bentuk Ketuaan (Pigmentasi). Bentuk ketuaan dapat berupa noda hitam yang merata (melasma) serta noda setempat (freckles dan Lentigo). Kondisi ini terjadi diantaranya akibat berkurangnya kemampuan kulit untuk melepaskan sel kulit lama dan menggantinya dengan sel kulit baru.

4. Tumor-Tumor kulit. Tumor ini tergolong tumor jinak, dengan bentuk bintik-bintik kecil di kulit (Keratosis seboroik dan Keratosis Aktinik) serta tumpukan lemak berwarna kekuningan di sekitar mata (Xantelasma). Ketiganya bisa muncul seiring pertambahan usia, akibat paparan matahari atau karena faktor genetik. Sertingkali, muncul pula lesi-lesi pra-kanker. Meski 3 yang pertama tergolong tidak berbahaya, lesi-lesi kulit pra kanker ( biasanya berupa tahi lalat yang membesar, mudah berdarah dengan warna hitam tak merata dan bagian tertentu yang lebih pekat) perlu segera diperiksakan ke dokter.

Matahari berperan besar dalam proses penuaan dini. Sinar UVA dan UVB dapat menimbulkan radikal bebas yang merusak struktur kulit dan merusak DNA. Selain itu, gaya hidup masa kini yang cenderung kurang seimbang juga cenderung meningkatkan paparan seseorang terhadap polusi udara, asap rokok, bahan-bahan kimia dan minuman keras. Semuanya meningkatkan pembentukan radikal bebas yang dapat memicu penuaan dini.

Tanpa pelindung, paparan sinar matahari dalam beberapa menit saja setiap harinya akan menyebabkan perubahan yang dapat terlihat jelas pada kulit, seperti noda di kulit, kerut halus yang hilang saat kulit ditarik dan warna kulit yang tidak merata. Paparan terhadap sinar matahari tanpa pelindung dalam jangka panjang juga bisa menyebabkan kanker kulit.

Faktor eksternal lainnya adalah kelembaban udara yang rendah, suhu dingin, ekspresi wajah yang berulang dan posisi tidur. Cara perawatan kulit yang salah juga bisa menyebabkan penuaan dini. Misalnya, penggunaan sabun, deterjen atau pembersih berkadar alkohol tinggi pada kulit normal atau kering, yang justru menambah kekeringan kulit.

Gerakan wajah yang berulang dapat menyebabkan kerutan halus. Setiap kali menggunakan otot wajah, sebuah garis timbul di bawah permukaan kulit, karena dapat melihat garis-garis setiap kali membuat suatu ekspresi wajah. Seiring dengan bertambahnya umur dan hilangnya Elastisitas kulit, garis-garis ini menjadi permanen pada wajah sebagai kerutan.

Tidur tengkurap setiap malam selama bertahun-tahun juga akan mengakibatkan kerut pada kulit. Garis-garis yang kita lihat ketika kita baru bagun tidur lama-kelaman akan ada pada kulit dan tidak hilang walaupun kita tidak baru bangun tidur. Wanita, yang cenderung tidur menghadap ke samping biasanya memiliki garis ini pada dagu dan pipi. Sedangkan pria akan menemukan garis ini di dahi karena cenderung tidur dengan wajah menempel pada bantal. Orang-orang yang tidur terlentang tidak memiliki kerutan ini karena wajahnya tidak bersentuhan dengam bantal.

Merokok menyebabkan perubahan biokimia pada tubuh kita yang mempercepat proses penuaan. Riset menunjukkan bahwa seseorang yang merokok 10 batang atau lebih seharinya selama minimal 10 tahun secara statistik lebih cenderung memiliki kerutan dalam dan kulit kasar dibandingkan yang tidak merokok.

Walaupun tidak bisa menghentikan atau memperlambat proses penuaan alami, tetapi dapat mencegah tanda-tanda penuaan dini dengan melindungi kulit dari faktor eksternal seperti matahari. Perlindungan sinar matahari komprehensif termasuk:

1. Hindari sinar matahari antara jam 10 pagi hingga jam 4 sore.

2. Gunakan pakaian yang melindungi, seperti topi yang bertepi lebar dan baju lengan panjang ketika harus berada di luar ruangan siang hari.

3. Gunakan tabir surya kapanpun. Tabir surya harus memiliki spektrum yang luas (menawarkan perlindungan dari UVA dan UVB ) dan memiliki Sun Protection Faktor (SPF) 15 atau lebih. Tabir surya harus diaplikasikan pada kulit 20 menit sebelum keluar ruangan di seluruh permukaan kulit yang akan terpapar matahari. Aplikasi harus diulang jika berkeringat atau berada di dalam air.

4. Konsumsi makanan bergizi dan antioksidan, yang dapat memperbaiki kerusakan.


• Published: www.ApotekHerbal.com
• Sumber: Victor-health

 

 


Free Dreamweaver Templates | Cheap Web Hosting | Small Business Web Hosting