OBAT HERBAL TRADISIONAL PELANGSING
Kapsul Bahan Alami Untuk Pelangsing Tubuh / Mengatasi Kegemukan

- Nama Produk :Obat Herba Ramping
Kandungan 100% Bahan Alami
- Manfaat :Mengatasi masalah kegemukan (obesitas)
- Komposisi :
- Guazomae Folium - Murrayae Folium- Zingeberis Purpurei Rhizoma
- Dll
- Isi : 50 kapsul, @ 500 mg
- Ijin : POM TR.033 323 661
- Harga : (Daftar Harga)
Terkait:
Obat Herbal Rematik
Obat Herbal Sehat Lelaki
Mengenal Tanaman Obat Keluarga (TOGA)
depan>Obat Herbal >Pelangsing
PESAN
Kegemukan dan Obesitas
Seiring dengan meningkatnya taraf kesejahteraan masyarakat, jumlah penderita kegemukan (overweight) dan obesitas cenderung meningkat. Di Indonesia, masalah kesehatan yang diakibatkan oleh gizi lebih ini mulai muncul pada awal tahun 1990-an. Peningkatan pendapatan masyarakat pada kelompok sosial ekonomi tertentu, terutama di perkotaan, menyebabkan adanya perubahan pola makan dan pola aktifitas yang mendukung terjadinya peningkatan jumlah penderita kegemukan dan obesitas (Sunita Almatsier, 2004).
Apakah kegemukan dan obesitas itu?
Kegemukan dan obesitas merupakan dua hal yang berbeda.
Namun, keduanya sama-sama menunjukkan adanya penumpukan
lemak yang berlebihan di dalam tubuh, yang ditandai dengan
peningkatan nilai indeks massa tubuh diatas normal.
Penderita obesitas mengalami penumpukan lemak yang lebih
banyak dibandingkan dengan penderita kegemukan untuk jangka
waktu yang lama, dan berisiko lebih tinggi untuk terkena
beberapa penyakit degeneratif seperti penyakit payah jantung
kongestif, hipertensi, diabetes melitus tipe 2 dan sebagainya.
Bagaimana cara menentukan kriteria kegemukan
dan obesitas?
Sebagaimana telah disebutkan diatas, kriteria kegemukan
dan obesitas ditentukan berdasarkan perhitungan indeks
massa tubuh (IMT). Cara menghitung IMT ditentukan berdasarkah
rumus berikut:
IMT= Berat badan (kg)/ kuadrat tinggi badan (meter)
Kriteria kegemukan adalah orang yang memiliki nilai IMT antara 25,1 sampai 30, sedangkan nilai IMT untuk obesitas adalah diatas 30.
Bagaimana proses terjadinya kegemukan dan obesitas?
Kegemukan dan obesitas terjadi apabila total asupan kalori
yang terkandung dalam makanan melebihi jumlah total kalori
yang dibakar dalam proses metabolisme. Beberapa penelitian
terakhir menunjukkan bahwa penyebab kegemukan dan obesitas
bersifat multi-faktor, antara lain adanya keterlibatan
faktor genetik, ras, perubahan pola makan dan pola aktifitas
serta emosi. Keterlibatan faktor genetik relatif sulit
dibuktikan. Diduga, ada kelompok masyarakat tertentu yang
proses metabolisme tubuhnya relatif lebih lambat dibandingkan
yang lainnya. Kondisi ini menyebabkan seseorang memiliki
peluang lebih besar untuk menderita kegemukan
dan obesitas. Sebuah penelitian di Amerika serikat menunjukkan
bahwa kegemukan dan obesitas lebih banyak terdapat pada
ras Afro-amerika dan Mexico-amerika dibandingkan ras lainnya.
Pola makanan masyarakat di lingkungan perkotaan yang tinggi kalori dan lemak serta rendah serat, telah memicu peningkatan jumlah penderita kegemukan dan obesitas. Masyarakat di perkotaan yang cenderung sibuk, biasanya lebih menyukai mengkonsumsi makanan cepat saji, dengan alasan lebih praktis. Meskipun mereka mengetahui bahwa nilai kalori yang terkandung dalam makanan cepat saji sangat tinggi, dan di dalam tubuh kelebihan kalori ini akan dirubah dan disimpan menjadi lemak tubuh.
Sesungguhnya, menu makanan tradisional masyarakat Indonesia yang terdiri dari kandungan energi berasal sekitar 9,6% berasal dari protein, 20,6% dari lemak dan selebihnya 68,6% berasal dari karbohidrat (Data Biro Pusat Statistik tahun 1990), telah sesuai dengan anjuran pola makan sehat menurut badan kesehatan se-dunia, WHO. Selain itu, kian berkurangnya aktifitas fisik juga berkontribusi terhadap peningkatan jumlah penderita kegemukan dan obesitas. Dalam kehidupan masyarakat modern -dengan dukungan teknologi dan sarana yang mutakhir, menyebabkan menurunnya aktifitas fisik. Penggunan elevator telah menggantikan fungsi tangga di berbagai instansi, perkantoran dan beberapa sarana umum. Adanya remote kontrol juga menyebabkan banyak orang tidak perlu beranjak dari tempatnya menonton televisi, jika ingin mengganti saluran..
Penggunaan alat transportasi bermotor juga telah menggeser
peran sepeda. Akibatnya, sedikit sekali kalori yang dibakar
akibat aktifitas fisik yang minim ini.
Faktor emosi juga turut berkontribusi menyebabkan kegemukan
dan obesitas pada diri seseorang. Saat seseorang merasa
cemas, sedih, kecewa atau tertekan, biasanya akan cenderug
mengkonsumsi makanan lebih banyak untuk mengatasi perasaan-perasaan
yang tidak menyenangkan tadi.
Apa bahaya yang timbul akibat kegemukan dan obesitas
ini?
Kegemukan dan obesitas diyakini berkaitan dengan berbagai
penyakit degeneratif seperti penyakit payah jantung kongestif
(Congestif heart failure), hipertensi, kencing manis (Diabetes
melitus) tipe 2 dan penyakit radang persendian Osteoartritis).
Beberapa pasien anak-anak yang menderita kegemukan dan
obesitas juga dilaporkan mengalami periode tidak-bernafas
waktu tidur (Sleep apnea) yang dapat
menurunkan mempengaruhi daya fikirnya di kemudian hari.
WHO menyatakan bahwa kegemukan dan obesitas merupakan
1 dari 10 kelainan yang dapat dicegah yang berkaitan dengan
berbagai macam penyakit atau kelainan degeneratif. Jadi
sesungguhnya, kita dapat meminimalisasi efek negatif dari
kelainan ini terhadap
kesehatan, dengan memperbaiki pola makan dan meningkatkan
aktifitas fisik.
Bagaimana cara mengobati kegemukan dan obesitas?
Prinsip terapi dari kegemukan dan obesitas adalah pengaturan
pola makan (diet) yang sehat dan meningkatkan aktifitas
fisik. Untuk itu, sebaiknya bagi Anda yang mengalami masalah
ini, segera berkonsultasi kepada dokter, bahkan jika perlu
seorang ahli gizi medik. Hal ini penting menentukan diet
dan aktifitas fisik yang sesuai dan aman untuk Anda. Hindarilah
mencoba mengatur sendiri diet yang terlalu
ketat, karena hal ini seringkali menyebabkan tubuh kekurangan
nutrisi. Upaya untuk mengkonsumsi obat-obatan pelangsing
tubuh yang dijual secara bebas tidaklah selalu aman.
Untuk mengurangi faktor risiko kesehatan yang disebabkan
oleh kegemukan dan obesitas, beberapa metode sederhana
ini mungkin bisa Anda coba:
1. Cobalah menggunakan tangga untuk mencapai ketinggian
2 lantai, dibandingkan menggunakan elevator, kegiatan
ini akan membakar kelebihan kalori
pada tubuh Anda.
2. Gunakanlah sepeda untuk mengunjungi rumah sahabat atau
kerabat yang hanya berjarak beberapa blok dari rumah Anda,
daripada menggunakan mobil.
3. Jika tetap harus menggunakan mobil, cobalah memarkirnya
beberapa meter dari tempat tujuan, agar Anda bisa sedikit
berjalan.
4. Biasakan untuk berolahraga ringan selama 30 menit per
sesi, dengan frekuensi 3 kali seminggu.
5. Cegahlah penggunaan remote kontrol saat menikmati acara
televisi atau hiburan musik dari soundsystem kesayangan
Anda. Sedikit gerak saat mengganti saluran televisi akan
lebih menyehatkan tubuh Anda.
6. Makanlah saat mulai merasa lapar, dan berhentilah makan
sebelum kekenyangan. Hindari sikap berlebihan dalam mengkonsumsi
makanan. Ingatlah, setiap kelebihan kalori akan disimpan
dalam bentuk lemak tubuh, dan berpotensi menjadi sumber
penyakit.
7. Jika Anda menginginkan makanan ringan pada waktu senggang,
pilihlah buah-buahan untuk menggantikan makanan ringan
siap saji. Biasanya makanan ini
mengandung kalori dan tambahan lemak yang tinggi.
8. Hentikan kebiasaan mengudap makanan ringan saat menonton
tayangan televisi, sebab Anda akan kesulitan mengontrol
jumlah kalori yang masuk melalui makanan tersebut

