OBAT HERBAL TRADISIONAL DIABETES
Kapsul Bahan Alami Pengobatan Kencing Manis

- Nama Produk :Obat Herba Aradiab
Kandungan 100% Bahan Alami
- Manfaat :menyembuhkan penyakit diabetes / kencing manis / gula darah, menurunkan kadar gula darah. mengatasi masalah diabetes seperti peradangan atau gongren dan rasa haus berlebihan sertra penurunan berat badan
- Komposisi :
- Syzygii Cumini Semen - Curcuma Rhizoma - Polyanthi Folium
- Dll
- Isi : 50 kapsul, @ 500 mg
- Ijin : POM TR.033 323 641
- Harga : (Daftar Harga)
Terkait:
Obat Herbal Gastroperis
Obat Herbal Kanker
Mengenal Tanaman Obat Keluarga (TOGA)
depan>Obat Herbal >Diabetes
PESAN
MENGENAL DIABETES
ANGKA penyandang diabetes meningkat seiring epidemi obesitas.
Skrining diabetes karena gejalanya kadang tidak terasa.
Sayangnya, perubahan tak selalu berdampak positif. Makin
banyaknya orang obesitas (bobot badan berlebih) merupakan
salah satu efek gaya hidup modern yang serba praktis dan
instan. Padahal, kegemukan adalah biang penyakit, termasuk
diabetes.
Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit tingginya kadar
glukosa (gula sederhana) dalam darah karena tubuh tidak
dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara cukup.
Seseorang dikategorikan diabetesi (penyandang diabetes)
bila kadar glukosa darahnya di atas 120 mg/dl dalam kondisi
berpuasa, dan di atas200 mg/dl setelah dua jam makan.
Terdapat empat kala atau tipe diabetes,yakni tipe 1,tipe
2, tipe lain (disebabkan adanya penyakit atau sebab lain),
dan DM pada kehamilan (gestasional). Diabetes tipe 1 bisa
dialami sejak kanak-kanak atau remaja. Si penyandang harus
mendapat asupan insulin rutin seumur hidup, baik melalui
injeksi atau inhalasi.
Namun, DM tipe 1 umumnya tidak terkait obesitas. Sementara
DM tipe 2 rata-rata dialami orang dewasa dan tidak tergantung
insulin. Ini sering terjadi pada orang obesitas, yaitu
orang dengan indeks masa tubuh lebih dari 25 kg/m2 atau
kelebihan lemak minimal 20% dari berat badan ideal. Diet
dan olahraga merupakan penatalaksanaan paling tepat untuk
golongan ini. Seiring peningkatan angka obesitas, WHO
memperkirakan tahun 2030 sekitar 21,3 juta orang Indonesia
terkena diabetes.
Gejala umum penyakit gula ini antara lain sering kencing,
mudah lapar dan haus, berat badan turun, cepat lelah dan
mengantuk, luka sulit sembuh, penglihatan kabur, gatal-gatal
(terutama di sekitar kemaluan), impoten, kesemutan. Wanita
diabetesi juga berisiko melahirkan bayi berbobot 4 kg
atau lebih.
''Waspadalah jika di malam hari sewaktu tidur, Anda terbangun
lebih dari 2 kali untuk buang air kecil. Amati juga apakah
di kamar mandi atau kloset sering terdapat banyak semut
berkerumun,'' saran ketua Indonesian Diabetes Association (Persadia), Prof Dr dr Sidartawan Soegondo SpPD-KEMD FACE.
Gejala yang menyertai diabetes tidak selalu sama antara
pasien satu dan lainnya.
Bahkan, bisa jadi tanpa gejala berarti. ''Waktu diperiksa
kadar gula darah puasa saya 220 mg/dl, tapi saya tidak
merasakan gejala apa pun.Minum seperti biasa, buang air
kecil lancar dan kalau luka juga cepat sembuhnya,'' tutur
Riana, 54, diabetesi asal Jakarta yang bulan lalu memeriksakan
kesehatannya di laboratorium klinik. Menurut Sidartawan,
gejala yang datang kadang memang tidak ?menakutkan?.
Pasien merasakan nafsu makannya baik, buang air kecil
lancar, minum banyak, sehingga tidak menyadarinya. ''Tahu-tahu
penyakit berlanjut dan timbul mual, kesemutan, atau stroke,''
ungkapnya. Untuk itu, jika dalam keluarga ada riwayat
diabetesi, segeralah sedini mungkin cek kadar gula darah.
''Jangan tunggu sampai muncul keluhan, sebab kadang gejala
tidak terasa,'' tandas dokter yang aktif di INDINA
(Institut Diabetes Indonesia) ini. Centers for Disease
Control and Prevention (CDC) Amerika juga melaporkan
bahwa di Amerika terdapat lebih dari 14 juta orang terdiagnosis
diabetes, dan 6 juta yang belum terdiagnosis.
Direktur The American Association of Clinical Endocrinologists,
Richard Hellman MD, berniat mempromosikan skrining prediabetes,
terutama pada orang dengan resistensi insulin atau gejala
sindrom metabolik. (inda susanti)

